The Art Eater

Stepho is here. A happy Indonesian - Chinese :D Loves Art. Typhographer. Quotes. Pianist. Guitarist. Ukulele player. Short story writer. Wong Fu Production, David Choi, Owl City, Magnetic North & Taiyo Na, August Band, Getsunova, Slot Machine. Mario Maurer, Mark Prin, Michael Sirachuch. Kermit the Frog :D Bahasa and English. Love Thai movies, culture, and songs, cannot speak Thai || PS. Tolong, jangan menyalin semua cerpen yang ada di blog ini tanpa izin penulis. Terima kasih atas perhatiannya.

indonesianhistory:

sulistyorinikoni:

indonesianhistory:

Royal picture of the day - Raden Ajeng Kartini with her husband, Raden Adipati Joyodiningrat, the Regency Chief of Rembang. Date unknown.

Oh hari ini hari kartini ya? Hehehe…lupa.. sekaligus jadi ingat juga buat bingung.

Coba pikirkan, kenapa sih R.A kartini kok bisa jadi tokoh pahlawan emansipasi wanita? Cuman karena bikin surat aja ke orang belanda? Aneh gak sih … padahal masih banyak lho tokoh pahlawan wanita indonesia yg mati-matian ngelawan penjajah untuk merebut kemerdekaan. Sebut saja salah satunya Cut Nyak dien, coba bandingkan karya dua pahlawan itu dengan bagaimana peringatan kita mengenal mereka.

Gak seimbang bukan?

I’m going to translate this response for readers.

"How could Raden Ajeng Kartini become the symbol of women empowerment? Is that only because she wrote letters to Dutch women?"
—-The idea is not whether it’s ‘just letters’ or not. Without diminishing other hero(ine)s’ fights, I think you should read what she actually wrote. She criticized traditions she deemed unfair for women, she demanded equality, education, and asking for fair treatment for women by looking at them as people instead of objects having to be obedient to their female counterparts, having to be married even if the woman herself did not want it just yet. To sum up, she promoted open-mindedness, progressive-thinking and the spirit to pursue knowledge, education, breaking the myth that women are inferior to men or not suitable for ‘hard subjects’ such as politics. The message she carried is not only about the fundamentals of feminism being women are entitled to the basic rights just like men—-she criticized the European society who claimed to be modern and cultured, yet colonizing other nations, yet still having discrimination between genders. This is the promotion of idea of enlightenment. This is a progressive thinking, whereas Aceh people did not only see Europeans as enemies of the homeland, but also the religion and beliefs. Understand that the two society isn’t similar—-this is why Acehnese tended to take up a more defiant attitude towards colonizers, including the defensive “No Europe!”

"How about Cut Nyak Dhien?"
—-I think there is not really necessary to compare each woman because each did what they could, each chose to fight in a way they were most well-versed at. Kartini broke the barriers by her thoughts while Cut Nyak Dhien did that with her sword. Women’s empowerment movements are not a competition about ‘who got the most kill’, but it’s about giving the best one can do according to what one can do the best. A woman is not weak just because she cannot fight—-by holding up to the idea that a woman has to literally kickass and be able to kill, IMHO, actually supports the idea of patriarchy itself. Cut Nyak Dhien was a fighter and a strategist who put up a great fight. To me, it will be disheartening to make her ‘just another female figure’ rather than what our government already did—-acknowledging her as a national hero along with her other male counterparts such as Teuku Umar, Prince Diponoegoro and the others. This is acknowledging her prowess being equal to the men who also fought with sword.

I am by no means defending one after another because we have to appreciate every woman who died for our country, for everything they gave to us. I only ask a bit of fairness by looking what they actually tried doing. Thus being said, I humbly think making ‘who is better’ contest is rather unnecessary. =]

(via ohprocrastinator)

Haii, kembali lagi nih aku hehehe. Maaf yaa lama ga muncul :( Kali ini, aku mau menanggapi pertanyaan2 singkat yg masuk ke ask box aku ya :D

Q : Pantes ga sih kalo cewe ngungkapin perasaan duluan?

A: Ini pertanyaan paling susah. Karena aku sendiri cewe, tapi aku ga pernah berani ngungkapin perasaan duluan. Tapi, setiap orang punya pendapat masing-masing. Nah kalo kalian para cewe pengen ngungkapin perasaan duluan, ga apa-apa kok, tapi kamu harus liat tipe cowo yg kalian incar ini gimana. Kalo cowo ini tipe yang romantis dramatis, sebaiknya jangan deh kalian ngungkapin duluan. Kenapa? biasanya cowo yg gini tuh peka banget sama perasaan cewe. Jadi kalo kamu suka sama cowo tipe gini, ga usah takut dia ga sadar sama perasaan kamu. Tapi ada juga cowo yang sangking sangat perasa, sampe-sampe dia nganggep cewe yang ngobrol akrab sama dia, punya perasaan lebih ke dia, padahal kan ga gitu juga. Nah, kalo cowo yang kalian incar tipe yang cuek, ada benernya juga kalian ngungkapin perasaan duluan. Soalnya cowo yang cuek gini tuh, kadang berpikir semua orang hanya temen yang ga punya perasaan lebih. Kalo kamu mendem perasaan kamu ke cowo yang gini, kamu bisa sedih sendiri loh.

Q : Orang yang lagi kita deketin, tiba-tiba berubah sikap pas kita ngungkapin perasaan kita ke mereka. Kenapa tuh? Aku harus gimana?

A : Ada dua kemungkinan. Yang pertama, dia pengen kamu dan dia hanya jadi temen biasa, tapi dia susah bilang begitu ke kamu, makanya dia merubah sikap dia ke kamu dengan harapan kamu mengerti. Nah yang kedua ini rada jahat nih, dia berubah kaya gitu mungkin supaya kamu berenti mengontak dia. Tapi kemungkinan yang lebih besar terjadi itu, yang pertama. Tapi kalo terjadi hal seperti ini ke kamu, kamu harus bisa mengerti yaa, setiap orang berhak menentukan cara mereka berkomunikasi dengan orang lain dan perubahan sikap itu salah satu cara terbaik untuk mengungkapkan “eh, aku cuma anggep kamu temen,”. Itu lebih baik daripada dia nge-PHPin kamu.

Q : Ngeceng cowo yang lebih muda, oke ga sih?

A : Oke banget, cinta ga dibatasi umur kok, kalo kamu merasa si cowo cukup dewasa walaupun umurnya lebih muda dari kamu, sah-sah aja kok kalo kamu ngeceng dia. Tapi biasanya, alasan kenapa cewe harus sama cowo yang lebih tua, karena secara biologis, kedawasaan cewe lebih cepat bertumbuh daripada cowo, jadi pantes kalo banyak cewe milih untuk pacaran sama yang lebih tua, biar level kedewasaannya deket.

Sekian jawaban aku untuk hari ini. Semua jawaban adalah pendapat penulis, maaf jika ada salah kata. Pengen nanya juga? Langsung aja klik ask box aku dan masukin pertanyaan kalian :D Untuk semua yang sudah bertanya, semoga puas dengan jawabannya. Sampai jumpa lagi :D

Buat semua yg sudah mengirim pertanyaan buat Teh Cinta, maaf yaa belum sempat dibales. Aku sedang sibuk mempersiapkan untuk ujian akhir. Nanti kalo aku udah ada waktu, pasti pertanyaan kalian aku bales kok. Terima kasih semua :)

Reblog and choose your favorite couple!! Ern and Ped from Suckseed | Kobori and Angsumalin from Koo Kam | P’Shone and Nam from CLTCL ?

Happiness is not something ready made. It comes from your own actions.
Dalai Lama

Doodling during physics class :)) my favorite fantasy couple, P’Shone and Nam from Crazy Little Thing Called Love :D

One of my favorite Thai Actor and Actress :) They always make me smile everytime I see their photos :D photo credit to the owner :D

sevenichesbook:

Mike’s lovely story about his ‘Tiara-Grandma’

This happened on May , 2013 when Mike wasn’t in the lime light all over Asia as now but I translate this in order to let you guys know how precious this man is.

There was a topic on Pantip.com (The big online communication in…

Hai!! :D Maaf yaa ga bisa terlalu sering ngepost soalnya lagi banyak ujian nih :( Well, tapi kali ini Teh Cinta balik lagi dengan sebuah masalah yang biasa dibingungin sama orang-orang. LDR atau Long Distance Relationship. Hohoho. Kita liat yuk kali ini siapa yang punya problem sama LDR.

Berhubung aku ga tau ini yang nanya cewe atau cowo, aku anggap aja ini cowo, soalnya dari bahasanya, sepertinya cowo hehe. Sebut saja dia Kendrick. Jadi Kendrick ini sayang banget sama seorang cewe. Cewe ini spesial banget buat Kendrick. Kendrick pengen banget cewe ini jadi pacarnya. Mereka udah deket banget. Tapi sedihnya, cewe ini bentar lagi mau pergi ke tempat yang jauh buat mengejar cita-citanya. Kendrick bingung nih, haruskah dia menjalankan hubungan LDR atau pelan-pelan ngelupain si cewe?

Oke deh, masalahnya singkat, ceritanya singkat, tapi problemnya berat, hahaha. Jadi Kendrick, kamu pelajari dulu sikap si cewe, dia tipe cewe yang anti LDR atau yang oke-oke aja sama LDR? Kamu tanya baik-baik ke dia. Sebelum kamu tahu dia tipe cewe yang gimana, kamu jangan “nembak” si cewe dulu. Andaikata cewe itu ternyata juga suka sama kamu, kamu lakuin wawancara diam-diam tentang dia tipe cewe yang anti LDR atau ga. Kalau ternyata dia tipe cewe yang anti LDR, kalau kata aku, kamu jangan nembak dia. Itu justru bakal bikin cewe ini bingung mau ngapain dan bikin cewe ini jadi canggung sama kamu. Lagian ketika kamu ngeliat cewe ini seneng, kalo kamu sayang banget sama cewe ini, kamu juga pasti seneng dan bisa ngerelain dia pergi bahkan ngerelain dia jadian sama cowo lain. Kamu kan masih bisa jadi sobat dia yang selalu ada buat dia. Jadi sobat lebih nyaman loh, soal nya ga ada kata “putus” diantara kalian. Tapi kalau ternyata cewe ini tipe yang pro LDR, yaa kalian harus bisa ngejalanin hubungan kalian dengan menaruh sifat saling percaya diantara kalian. Kalian sama sekali ga ketemuan, jadi masing-masing harus jaga sikap di lingkungan. Dan harus ada rasa sabar diantara kalian, rasa yakin kalo kalian bakal ketemuan lagi. Kamu kan gatau apa yang cewe itu lakukan di tempat lain itu. Dan cewe itu ga tau kamu ngapain disini. Jadi resiko untuk putus lebih besar. Biasanya, dari cerita-cerita orang-orang LDR yang pernah aku denger, mereka jadi sering berantem karena seling terjadi salah paham, atau cowonya ternyata jalan sama cewe lain, padahal cewenya yang di tempat lain setia nungguin cowo itu pulang, dan macam-macam. Semua ada negatif positifnya, dan balik lagi itu semua keputusan kamu :)

Tapi kalau aku jadi kamu, aku bakal milih untuk perlahan ngelupain dia, ngelupain rasa sayang yang lebih dari seorang sahabat, ngelupain niat untuk jadi pacarnya dia. Kata-kata orang tentang “You can’t count on LDR” itu menurut aku bener. Ya kecuali kalian emang komitmen. Tapi jangan ngambil resiko yang terlalu besar kalau kata aku. Mending kamu relain dia pergi, turut seneng karena dia selangkah lebih dekat dengan cita-citanya. Tapi inget, ngelupain dia bukan dengan cara mutusin kontak kalian. Tetep tunjukin ke dia kalau kamu peduli, kalau kamu selalu ada buat dia dan bakal selalu sayang sama dia sebagai sobat kamu :)

Long distance relationship itu bisa jadi awal dari putusnya hubungan kalian, bisa juga jadi awal dari persahabatan yang abadi. Tergantung kalian mau pilih yang mana :)

Sekian bahasan untuk minggu ini. Maaf jika ada salah kata atau kesamaan nama. Ini hanya pendapat penulis :) Buat yang punya pertanyaan atau pengalaman atau saran dan kritik, boleh dibagiin kok ke aku di ask box tumblr ini. Nanti curhatan kalian bakal aku kasih solusinya lewat tulisan aku dan aku ga akan nulis nama kalian, rahasia kalian terjamin kok. Buat Kendrick, terima kasih yaa sudah curhat, semoga kamu sekarang ga bingung lagi buat mengambil keputusan. Terima kasih semua :D

8F

Aku ada dengan dirinya kali ini bukan karena keinginanku. Bukan karena cinta. Bukan karena kenal. Namun ini kebetulan. Diriku berdiri di depan sini. Sekarang ini. Dengan model sebuah sabuk pengaman dan masker. Tanganku menunjuk pintu-pintu darurat. Aku ada di ketinggian ribuan meter di atas laut. Bersama puluhan orang lainnya yang duduk di kursi bernomer. Aku mengenakan seragam abu-abu dan berdiri di hadapan orang banyak itu. Termasuk di hadapan perempuan berkacamata yang duduk di kursi 8F. Ia sendirian dan memandang ke arah jendela. Merasa dirinya sudah tahu mengenai pertolongan pertama yang aku jelaskan di dalam burung besi ini.

"Permisi bisa tolong ditegakkan kursinya," aku berkata pada si cantik berkacamata. Ia memalingkan wajahnya dan menegakkan kursi miliknya. Itu kalimat pertama yang kuucapkan pada dirinya. Aku duduk dan menunggu lampu sabuk pengaman mati. "Ada cewe cantik, Di. Itu tuh yang duduk di kursi 8F yang pake kacamata," kataku bercerita pada sahabat sampai matiku, Rudi. "Mana-mana? Ahh biasa aja," Rudi mengkritik. Aku tertawa dan bersiap menjual makanan dan minuman di dalam kabin. Aku melewati deret kursi si cantik. "Mas, saya mau teh manis hangat ada?" Ahh suaranya lembut. "Ahh, iya bentar ya, Mba" aku mengambil secangkir teh manis hangat dan memberikan itu pada si cantik. Selesai berjualan, aku kembali ke bangkuku sambil terus berharap ada panggilan dari kursi si cantik. Ternyata sampai pesawat mendarat, tak ada panggilan sama sekali. Aku hari itu dimabuk cinta. Sembari bingung mempertanyakan nama, perkerjaan, dan segala hal tentang si cantik. Seribu satu cara kupikirkan sampai aku teringat bahwa ada Lili, temanku yang diam di meja resepsionis untuk check-in.

"Li, mau nanya dong, kamu tau ga nama cewe yang duduk di kursi 8F penerbangan M6779 jurusan Surabaya - Jakarta yang berangkat tadi siang jam 1?"aku menelepon Lili, satu-satunya sosok yang aku harapkan dapat menyelamatkanku dari mabukan cinta. Aku menunggu sejenak. "Bianca Rosita," Lili memberikan jawabannya. Aku menghubungkan telepon genggamku pada sambungan internet. Facebook, pencari terbaik orang hilang, lebih baik dari polisi di negeriku tercinta. Ternyata Bianca itu seorang jurnalis majalah travel yang memiliki reputasi baik di kalang jurnalis lainnya. Parasnya yang cantik namun intelek menjadi daya tariknya. Aku lupa semua informasi yang telah kubaca setelah aku melihat bahwa dirinya single. SINGLE BRO. LIKE YOU KNOW WHAT I MEAN. Aku menjerit dalam hati. Kupilih tulisan "add friend" tepat sebelum Rudi memanggilku untuk penerbangan selanjutnya. Hatiku dipenuhi cinta. Cinta tak terbendung hanya dari melihat seseorang di kursi 8F.

"Tidung!". Telepon pintarku berbunyi. Notifikasi Facebook ternyata. Kini aku telah berteman dengan si cantik di dunia maya. Foto profilku bukan diriku, fotonya gambar drummer favoritku. Aku tak menyebutkan dimana aku bekerja atau apa jabatanku di halaman Facebook-ku. Kulihat si cantik online. "Hai, aku Nico Dewanto. Terima kasih ya sudah menerima friend requestku," aku menyapa dirinya. "Tidung!" "Hai, aku Bianca :)" katanya ramah. Aku tak mengerti mengapa ia begitu ramah denganku yang bahkan ia tak tahu wajahnya. "Kamu suka Ringo Starr? Wah, aku juga penggemar The Beatles loh," katanya lagi. "Mmm, iya aku penggemar The Beatles. Penggila sih tepatnya, hahaha," aku menjawab dirinya. Kami mengobrol panjang lebar. Untungnga hari itu aku libur, jadi percakapan kami tak terputus. Dari siang hingga malam. Si cantik tetap tidak menanyakan tentang siapa aku dan kerja dimana diriku dan sebagai apa aku di perusahaanku.

Kami terhubung di dunia maya. Berkali-kali ia menaiki maskapai penerbanganku dan terbang mengelilingi Asia bahkan sampai Eropa. Namun aku belum berani menyapanya di pesawat. “Nic, mau sampai kapan gini mulu? Lo udah ngobrol sama dia dunia maya. Lo tau keluarganya, hobinya, semuanya tentang dia, tapi lo ga berani ngomong kalo nama lo tuh Nico. Maksud gue, lo ga berani ngaku kalo lo tuh Nico yang ngobrol sama dia tiap hari,” Rudi jengkel. “Rud, cinta tuh random yaa. Cinta juga benda paling semena-mena. Datang sesuka hati, pergi tanpa bilang pamit. Memilih sesuka hati tapi sulit bertanggung jawab atas pilihannya,” aku berusaha membela diriku meski diriku terus dibungkus kebingungan. Hari ini Bianca ada di kursi yang sama dan asyik dengan kameranya. Masih saja aku menunggu dirinya memanggilku. Lampu tanda panggilan datang dari salah satu kursi penumpang. Dari deret 8. Tapi. Tapi. Tapi. 8E. Bukan 8F. Aku berjalan menghampiri kursi itu. Seorang bule duduk disana. “May I help you?” Aku membungkuk. Tapi kursi di sebelahnya kosong. Orang bule itu memintaku mengangkat bekas makanannya. Aku berbalik dan “Brakk”. Si manis menabrakku. Mataku bertemu matanya. “Eh, sorry yaa,” dia bantu aku. Aku tersenyum dan aku berbalik menuju tempatku. Sesekali aku berbalik. Hari ini selesai.

Berbulan-bulan kucoba untuk menyimpan identitasku dan berhubungan dengannya lewat dunia maya. 14 Februari datang dan hari itu maskapai kami dipercaya membawa 100 orang lebih menuju Filipina. Lagi-lagi kursi 8F itu terisi oleh si manis. Kusiapkan sarapan pagi untuk setiap penumpang dan kusisipkan sebatang bunga mawar di sarapan pagi si manis. “Untuk Bianca, Selamat Hari Kasih Sayang. Will you be my valentine? - Nico,” kata mawar itu. Kutaruh dengan perlahan sarapan miliknya. Ia sedang tertidur pulas. “Good morning, Miss” aku membangunkannya pelan-pelan. Ia terbangun dan wajah kami kembali bertatapan. Aku tersenyum dan meninggalkan kursi itu. Tak berapa lama seseorang menepuk punggungku dan memberikan sepucuk surat. Si manis ternyata. Kukantungi surat itu.

"Hai, sudah lama kutuunggu momen ini. Momen dimana kamu mengaku bahwa dirimu memang orang yang selama ini hanya berani menghubungiku lewat dunia maya. Aku sudah sadar bahwa kamu yang membuatku selalu menaiki maskapai yang sama. Ingat ketika kamu pertama kali memintaku mebenarkan senderanku? Aku menghafal namamu, memperhatikanmu secara diam-diam dibalik kursi itu. Pekerjaanku sebagai jurnalis mendukungku menanti kepekaanmu. Dengan sabar aku menaiki maskapai yang sama meski terkadang bukan dirimu yang hadir disini. Ketika mataku bertemu matamu. Aku diam. Andaikan kamu tau, bahwa aku selalu berharap kamu bertanya akankah kamu menjadikanku seseorang di hari kasih sayang ini," surat itu terhenti sampao situ. Tak berpikir panjang aku berjalan menuju kursi 8F. "Miss, will you be my valentine?" kataku. Bianca berdiri dan memelukku, "Akhirnya kamu berani muncul di luar dunia maya, Nico. Aku siap menjadi seseorang untukmu di hari kasih sayang ini," kata Bianca.

- Untuk kamu yang dibuat terbang oleh cinta

I LOVE THIS SONG SO MUCH!! I hear this song more than 10 times a day. I hear this song for the first time on GTH Play It Forward concert sung by 25Hours. I was looking for the song on YouTube and I found the song had been covered by Nooneenan band. Actually, WhatChaRaWaLee is one of my favorite band. I decided to make the cover with my ukulele. Hope you like it :D

Remember this scene?

free counters Kermit The Frog