The Art Eater

Stepho is here. A happy Indonesian-Chinese. Ukulelist. Love Asian world so much (Indonesia, Thailand, Japan, Korea, Philippines and Taiwan). I don't really know western music except Owl City, David Choi, Noah and The Whale, and other Asian-American Youtubers. Short story writer who loves Kermit The Frog :) Bahasa and English only :D

All of my writings are my opinion. So sorry if I say something wrong or something that offend you.

Hope you like my blog :D

1. P’Shone and Nam (Crazy Little Thing Called Love)

All time favorite movie and couple :D I think those who have watched this movie will say that they are cute. Waiting for each other for 9 years. Nam changed a lot just to make P’Shone love her. But actually, P’Shone has loved her since the first time they met.

2. Por and Ja (Fabulous 30)

Their love shows that love has no boundary. The age difference can’t change their love. And I love one of Por line, “Your heart is thumping so strongly. Like mine, whenever I’m close to you, my heart thumps this strongly too.”

3. Yo and Hatai (Love At 4 Size)

Just cute, can’t describe more. PS : I’m not sure with the girl’s name ._.

4. Phu and Thee (Hormones The Series)

Even in season 2, they’re not as cute as season 1, but still I love both of them. Thee loves Phu sincerely, even Phu always make him sad, but he still there for Phu :’-)

5. Phun and Noh (Lovesick The Series)

A brand new series, which is a must watch series also :D This couple stole my heart since episode 3. Just watch the series and you’ll find their cuteness :D

6. Fai and Jeed (Duang Jai Akkanee)

Have you watch Duang Jai Akkanee? If you haven’t watch it, you should watch it then :D It’s kinda old, but I still love its plot. It shows that love can make an enemy become your boy/girlfriend. :D

7. P’Ran and Bua (Kon Rak Luang Jai)

One of my favorite lakorn :D I love Bua’s ways to treat P’Ran (except when she become very mean to P’Ran). P’Ran is very handsome and Bua is beautiful and cute. This couple showed that love can make you accept everything about your partner.

8. Pie and Kim (Yes Or No)

Can’t explain anything, this movie is really touching. I love Aom acting here :D

9. Ped and Ern (Suckseed)

It happens to some people, when they fell in love (again) with their childhood friend. And I think this couple can represent that kind of love. :)

10. Thung and Sui (Love at First Flood)

Everytime I see this couple, I always smile and remember all funny scene in Love At First Flood. This movie may not really famous but it’s a must watch :D

"The problem says the father is 20 years older than his kid, and the father is 3 times older than his kid. The problem asks to find out how old the father is"

(via asianflicks)

make me more excited!!!! :D

8 plays
Sheila On 7,
Sheila On 7

Hai semua. Beberapa hari ini aku sedang hobi-hobinya dengerin lagu-lagu jadul. Dan dari sekian banyak lagu yang aku dengerin, inilah lagu jaman aku kecil yang paling menempel di hati. Kenapa? Karena aku sedang merasa bersyukur tingkat tinggi sama apa yang Tuhan udah kasih. Semua temen aku yang udah ga bisa bareng aku lagi. Semuanya. Dan mereka semua adalah anugerah terindah yang pernah kumiliki. Emang lagu ini kesannya lagu cinta-cintaan, tapi buat aku pribadi, aku melihatnya ga cuma dari sudut cinta-cintanya. Emang sih suka kepikiran soal cinta-cintaannya, hehehe, tapi lebih banyak yang ga. Semoga kalian suka juga dengan lagunya yaa :)

Melihat tawamu
Mendengar senandungmu
Terlihat jelas di mataku
Warna-warna indahmu

Menatap langkahmu
Meratapi kisah hidupmu
Terlihat jelas bahwa hatimu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki

Sifatmu nan s’lalu
Redahkan ambisiku
Tepikan khilafku
Dari bunga yang layu

Saat kau disisiku
Kembali dunia ceria
Tegaskan bahwa kamu
Anugerah terindah yang pernah kumiliki

Belai lembut jarimu
Sejuk tatap wajahmu
Hangat peluk janjimu
Anugerah terindah yang pernah kumilik

Oh iya, tulisan Teh Cinta sudah tidak akan dilanjut karena keterbatasan waktu aku untuk menulis, tapi cerpen-cerpen akan tetap ada kok. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca blog aku :)

Hai-hai. Maaf yaa sudah lamaaaaaaaaaaa banget ga ngepost. Aku soalnya sedang dalam tahap bikin tulisan2 lain yg salah satunya adalah novel pertama aku. (Horeee!!) Tapi tenang aja aku tetep berusaha buat bikin cerpen2 dan tulisan2 lainnya. Terima kasih sudah mampir ke blog aku dan setia menunggu tulisan2 aku :D

Aku seperti ini karena aku ingin orang-orang di sekitarku mengerti

Hormones the first gen

Are you ready?

My inspirator :)

My top 6 Indonesian Actors :D :
1. Marcell Candrawinata
2. Boy william
3. Rio Dewanto
4. Dion Wiyoko
5. Dude Harlino
6. Ben Joshua

Reblog or likes if you are agree with me :D

Sekarang aku ngerti kenapa orang-orang tua selalu bilang kalo “SMA itu, menyenangkan, Nak”. Berhubung udah banyak temen-temen aku yang sudah wisuda SMA dan aku jadi inget apa aja yang terjadi di SMA, mau cerita dikit ahh soal kenapa aku sekarang setuju dengan pendapat orang-orang tua.

Dimulai dengan, aku ini anak pojokan, well apa tuh anak pojokan? Anak yang dari kelas 10 sampe kelas 12 duduk di pojok belakang. Bisa dibilang aku ini anak yang moody banget, eh, tapi emang semua anak SMA moody sih. Pas pertama kali masuk mereka kelas 10, mereka yang gini :

Murid 1 : Gila ya, udah SMA lagi, cepet banget. Pasti seru!

Murid 2 : Ahh, beda banget suasananya, kangen SMP. *trus bikin group chat di social media bareng temen-temen SMP dan bilang “Miss you guys”*

Murid 3 : *diem* (maklum anak baru, pindahan dari luar kota, jadi ga ngerti apa-apa)

Murid 4 : Eh, eh ada cowo ganteng *ngerumpi bareng temen yang udah dari SMP bareng*

Murid 5 : Eh kamu siapa? Aku (isi dengan nama) dari (isi nama SMP) *trus nyodorin tangan minta kenalan biar ga awkward*

Ketika weekend : SMA asik juga ya ternyata, pengen hari Senin.

Tapi setelah masuk SMA, dan beberapa lama di SMA, mereka yang gini :

Murid 1 : Aduh SMA susah ya. Anak-anaknya lebih ga bisa diajak bercanda.

Murid 2 : Ternyata lebih seru SMA. Aku lebih nyaman sama temen-temen SMA.

Murid 3 : Aduh ada pelajaran bahasa daerah ya, aku kan dari daerah lain *kesulitan dengan mulok bahasa daerah*

Murid 4 : *masih ngerumpi, tapi udah ga sama temen yang dari SMP itu. Jadi rada jauh sejak temennya yang dari SMP itu deket sama kecengannya*

Murid 5 : *jadi anak yang seru banget karena orangnya ramah*

Keseluruhan anak SMA : KAPAN LIBUR??!!!. *pas besoknya libur* HORE BESOK LIBUR!! *padahal liburnya cuma sehari trus sekolah lagi lusanya*

Aku masuk ke kelas yang jumlah muridnya akan selalu sama dan isinya ga akan pernah berubah. Jadi kawan sekelas aku isinya itu-itu aja. Ada yang jenius banget. Ada yang gaul banget. Ada yang diem banget. Ada yang religius banget. Dan lain sebagainya.

Hari pertama masuk sekolah, langsung ngincer bangku pojok belakang. Padahal dulu pas SD hobinya duduk di depan. Tapi sepertinya untuk di SMA duduk di belakang itu udah paling tepat. Jadilah aku anak pojokan. Kenapa aku suka duduk dipojokan?

1. Dari pojok belakang, aku bisa ngeliat apapun dan siapapun yang ngelakuin sesuatu di bawah meja. Contoh, ada tuh temen aku yang seneng banget makan basreng pas pelajaran, basrengnya dia pegang trus tangannya dimasukin ke bawah meja. Ga cuma basreng, yang makan nasi juga ada loh.

2. Di pojok belakang, aku bisa ngelakuin apa aja yang aku pengen, tanpa menarik terlalu banyak perhatian (terutama perhatian guru). Contoh, pas pelajaran (terutama yang aku ga suka) aku ngantuk, pengennya tidur, tapi ga mungkin, jadi aku gambar-gambar atau nulis cerpen. Tapi mending kan, daripada ngantuk trus tidur.

3. Pojok belakang menjadi spot yang jarang dianggap, jadi jarang disuruh jawab pertanyaan di depan. (ya kecuali pas pelajaran Fisika, guru selalu minta semua murid menjawab pertanyaan, kalo beruntung, pojok belakang dapet pertanyaan paling gampang, kalo ga beruntung, yaa tau sendiri, pertanyaan sesusah apa)

4. Dan percaya atau ga, pojok belakang memberikan aku banyak inspirasi untuk cerpen. Aku ga tau kenapa bisa gini, tapi ini sudah terbukti kok.

Aku inget banget pas kelas 10 ketika pertama kali sekolah aku mewajibkan siswanya pake vest, semua anak sangat bersemangat. Sehari setelah pembagian vest, semua anak datang ke sekolah pake vest. Sebulan kemudian, sudah ditemukan vest yang nyangkut di genteng, ada juga tumpukan vest yang ketinggalan di sekolah dan ga ada yang ngaku punya siapa. Kelas 10 itu bisa dibilang saat paling stress, kenapa coba? Soalnya pelajaran IPS dan IPA nya digabung ._. Semua kewalahan setengah mati ketika tahu Fisika ulumnya bareng sama Geografi (pasangan yang sangat “indah” emang). Trus sempet deretan kelas 10 kebanjiran dan buat aku ini aneh. Kelas 10 itu ada di lt.4, tapi bisa banjir sedangkan lantai 3 kebawah, itu kering semua. Jadi terpaksa nenteng sepatu demi bisa masuk kelas. Di tahun ini pula, aku pertama kali jatuh cinta setengah mati sama Matematika, simply cuma karena seneng ngerti Logaritma dan Geometri.

Oke lanjut ke kelas 11. Aku kehilangan satu temen disini. Dia pindah ke IPS sedangkan teman-teman yang lain stay di IPA. Aku pikir kelas 11 akan lebih ringan karena pelajarannya makin dikit. Ternyata ga. Di tahun inilah, aku dapet nilai tertinggi aku di Fisika, di bab kesetimbangan, nilainya 65. (disini aku tahu banget gimana rasanya susahnya dapet nilai bagus, dan pas dapet nilai, walaupun ga bagus-bagus amat tapi di atas nilai ketuntasan, aku seneng banget).Horeee. Karena gurunya semakin jenius jadi soalnya ga sesederhana kelas 10 *ya iyalah*. Nilai juga makin melodius, 1(0) [do], 2(0)[re], 3(0)[mi], dan nilai kasih sayang alias 5 (dari seratus). Les Fisika juga, tetep aja nilai melodius. Trus coba-coba mau ikut olimpiade Mat. Pas pertemuan pertama latian buat olim mat, udah langsung nyerah, ternyata logika aku ga pantes jadi anak olim mat. Hahahaha. Kelas 11 juga rame karena ada Bali Trip!! Seru sekaliiii. Tapi setelah Bali Trip ada pekan ulang. Jadwalnya indah sekali yaa.

Kelas 12. 2 acara Pensi sekolah sukses besar :D sangat senang walaupun ada kegagalan timing yang terjadi di dekorasi yang aku bikin, tapi ya sudah. Manusia kan bisa berbuat salah :) Kali ini, aku ikut bimbel. Sadar dengan aku yang anaknya moody (dan tidak mudah ingat pelajaran, terutama yang aku ga suka), aku terpaksa ikut tambahan belajar di sebuah bimbel bareng beberapa temen sekelas. Lumayan jadi lebih ngerti dan lancar tapi kalo buat matematika sih, aku les bertiga bareng 2 sobat aku di sebuah study club dengan guru matematika paling jelas sepanjang aku sekolah (dari SD-SMA), guru ini juga yang bikin aku jatuh cinta sama matematika. Di tahun ini sering banget kami-kami  foto-foto di kelas. Mungkin karena sadar bentar lagi pisah-pisahan. Semua anak sibuk mengejar universitas impian mereka. Termasuk aku. Bersyukur banget aku sudah mendapatkan universitas yang kuinginkan ketika yang lain masih harus bimbel tambahan bahkan setelah Ujian Nasional. Semangat teman-teman. Masuk bulan-bulan deket UN. Aku makin heboh. Soalnya aku sama sekali belum ngerti FISIKA, hebat sekali. Jadi aku kewalahan nyari soal-soal dan latihan sebanyak-banyaknya. Mulai ngafalin rumus-rumus. Dan aku selamat di Ujian Nasional Fisika *horeee*. Tapi ngambang-ngambang di Kimia dan Matematika. Tapi saya lulus. Puji Tuhan.

Sebenernya masih sangat super duper banyak kenangan menyenangkan dan seru yang ada, tapi sepertinya beberapa cerita di atas sudah bisa membuatku setuju dengan ucapan orang-orang tua kalo “SMA itu menyenangkan, Nak”.

Semoga kalian menikmati masa SMA kalian :D

free counters Kermit The Frog